Tugas ips halaman 27

TAMBANG BATU BARA DI SAWAH LUNTO

Sejarah tambang batu bara :
 Tambang Batu Bara Ombilin adalah bekas tambang batu bara di Kota Sawahlunto, tepatnya di lembah sempit di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan, Sumatra Barat, Indonesia. Letaknya sekitar 70 kilometer (43 mi) dari timur laut Kota Padang, ibu kota provinsi. Tambang ini dikenal sebagai situs tambang batu bara tertua di Asia Tenggara dan satu-satunya tambang batu bara bawah tanah di Indonesia. Tambang ini dimiliki oleh PT Bukit Asam Tbk.
Batu bara di Sawahlunto ditemukan pertama kali pada pertengahan abad ke-19 oleh Willem Hendrik de Greve. Sejak saat itu, eksploitasi batu bara dilakukan diiringi dengan pembangunan infrastruktur pendukung untuk kegiatan pertambangan. Penambangan batu bara secara signifikan mengubah lanskap Sawahlunto yang semula pedesaan menjadi situs industri.

Jumlah produksi tambang : 
2017 : 347 071,33
2018 : 542 869,48
2019 : 552 880,17

Jumlah cadangan tambang : 
cadangan terukur 104,8 juta ton. Sedangkan cadangan tertambang diperkirakan 38,45 juta ton.

Perkiraan tambang habis :
sekitar 62 tahun lagi

Pengaruh pertambangan bagi masyarakat:
meluasnya penggundulan hutan, erosi tanah, kehilangan sumber air, polusi udara, dan rusaknya keutuhan sosial masyarakat yang tinggal di dekat lokasi pertambangan.

Bagaimana yang akan terjadi apabila tambang tersebut habis di suatu saat nanti :
Ketika barang tambang habis maka akan menciptakan kelangkaan secara disruptif yang nantinya menyebabkan kenaikan harga barang secara drastis di mana hal ini tentu saja akan meningkatkan angka kemiskinan di seluruh dunia.

 
                   MIFTAHUL  KHAIRA
                                8.3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENINGGALAN ISLAM DI INDONESIA